Saturday, October 20, 2018
Friday, October 19, 2018

Liliana Arena of Valor Dekstop / PC Wallpaper
Story Hero Liliana
Selama ribuan tahun, Liliana telah menjelajahi setiap sudut dunia. Sebagai salah satu sosok makhluk paling kuno di Athanor, Liliana terlahir saat dunia masih diselimuti Kekacauan dan semua makhluk hidup hanya mampu bertahan hidup memanfaatkan naluri mereka. Dipenuhi rasa penasaran, Liliana mengukir jejaknya di dunia yang kacau itu, terus mencari inti dari alam semesta dan sumber kekuatan. Dia ingin mencari tahu tentang masa lalu dan masa depan, awal kehidupan dan makna kematian. Demi mewujudkannya, Liliana bertransformasi menjadi wujud berbeda dan menyaksikan jalannya kehidupan dari sudut panjang berbeda. Rubah Berekor Sembilan merupakan makhluk pertama yang bertemu Liliana. Dia menganggap Sang Rubah sebagai guru dan pembimbing, dan mendapat pengaruh yang begitu besar darinya hingga akhirnya dia merubah wujud dirinya menjadi Rubah Berekor Sembilan. Berdasarkan instruksi sang guru dan apa yang dia lihat semasa perjalanannya, tak lama kemudian Liliana menjadi sosok yang berpengetahuan luas. Namun, dia memahami bahwa dia masih memiliki jalan yang panjang dalam mencari jawaban atas semua hal yang dipertanyakannya. Dia memilih untuk hidup dalam pengasingan, meluangkan waktunya untuk mencerna dan merenungkan semua yang telah dia pelajari.
Namun, dia akan menampakkan diri ke dunia luar dari persembunyiannya tiap beberapa ratus tahun sekali demi menghimpun pengetahuan dan wawasan. Semasa perjalanannya dulu, Liliana menjalin kontak dengan Manusia dan mempelajari mereka dengan seksama. Secara keseluruhan, mereka nampak membosankan dan biasa saja, baik dari segi kekuatan, spiritualitas dan jasmani, yang akhirnya menjadi alasan bagi Liliana untuk tidak tertarik pada Manusia. Namun, setelah dia mengetahui lebih jauh tentang rasa ingin tahu Manusia yang tinggi akan pengetahuan serta cara mereka menyampaikan warisannya, tak butuh waktu lama baginya untuk terpukau dengan pola pikir mereka yang kreatif dan mulai memperhatikan penemuan dan perkembangan yang mereka capai secara seksama. Saat Manusia menemukan terobosan besar, Liliana akan bertransformasi jadi manusia agar bisa menimba ilmu dari cendekiawan Manusia yang ada.
Di Era Kegelapan, Manusia seringkali diserang Makhluk Abyssal. Tak ingin hanya duduk diam dan menyaksikan penderitaan yang mereka alami, Liliana menggunakan cara halus untuk mengungkapkan petunjuk cara menggunakan sihir untuk membantu Manusia di masa genting. Berdasarkan pengamatannya, dia memprediksi bahwa saat Manusia mampu melewati masa kegelapan ini dengan selamat, kemungkinan besar mereka akan mampu menciptakan suatu peradaban yang baru, yang melahirkan ilmu dan kecapakan baru, yang pada akhirnya mampu mendekatkan dirinya satu langkah lebih dekat menuju jawaban yang selama ini dia cari. Dia menganggap bantuan yang diberikannya itu sebagai investasi—lagipula, jika itu dapat membantunya mendapatkan apa yang dia inginkan, mengapa tidak? Dengan senyum dan harapan tinggi yang diusung menghadapi masa depan, Liliana kembali ke tempat persembunyiannya. Beratus tahun kemudian, Liliana merasa terkejut saat kembali memasuki peradaban umat Manusia. Lilin dan perapian yang dulu biasa digunakan telah tergantikan oleh lampu kristal yang dipahat oleh konstruksi sihir, yang mampu memancarkan cahaya pada ribuan keluarga di satu kesempatan. Pedang beserta senjata tajam lainnya yang dulu sering dia jumpai kini sudah jarang digunakan—alih-alih, para Kesatria Manusia kini lebih menyukai senapan dan meriam mesin yang dirasa lebih kuat.
Perkembangan ini, yang dinamai "teknologi" oleh mereka, sepenuhnya mengubah cara pandang Liliana terhadap dunia sekelilingnya. Hal itu menjadi titik balik yang ideal bagi Liliana, yang bersemangat untuk mempelajari semua perkembangan yang ada. Namun, bahkan dirinya yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi, memerlukan belasan, hingga ratusan tahun untuk mencerna semuanya—belum lagi penemuan baru yang muncul hampir setiap hari! Oleh karena itu, Liliana memutuskan untuk bertransformasi menjadi sesosok Manusia dan bergabung dengan Pasukan Kerajaan sebagai Pejabat di bidang Komunikasi, yang memiliki keleluasaan untuk menjelajahi Benua dan mengumpulkan informasi. Jabatan yang dimilikinya dapat memberi kemudahan baginya untuk meraih semua yang dia inginkan. Tentu saja, hal tersebut juga akan mengundang musuh yang lebih banyak, namun Liliana tak keberatan membantu umat Manusia dan menyingkirkan mereka yang berani menghalangi. “Hal itu sudah kuanggap sebagai ganjaran yang sesuai!”"

Murad Arena of Valor Dekstop / PC Wallpaper
Story Hero Murad
Ruang dan waktu menjadi fondasi utama dunia ini. Keduanya pun jadi sumber kekuatan yang besar. Namun, tak satupun mantera yang mampu memanfaatkan kekuatan ruang dan waktu. Hanya Andura Stone yang dapat menampung kekuatan ruang dan waktu. Dengan tujuan merengkuh kekuatan inin, pendahulu Murad bertualang hingga ke gurun demi mencari pecahan batu Andura. Mereka mampu memperdaya Azzen'Ka dan mendapatkan pecahan batu itu. Mereka menggunakannya untuk menempa sebuah senjata yang begitu kuatnya hingga mampu memanipulasi ruang dan waktu, dan berhasil membangun kerajaan baru di tengah gurun berkat kekuatan yang mereka miliki. Saat Murad beranjak dewasa, dia mewarisi senjata itu dari ayahnya dan secara resmi menjadi sang penerus.
Dia memimpin pasukan kerajaan di banyak ekspedisi, membasmi makhluk-makhluk berbahaya dan memperluas kerajaannya. Hal ini akhirnya membawa ancaman bagi Azzen'Ka yang merasa murka setelah mengetahui rahasia kekuatan senjata Murad. Namun Murad sama sekali mengacuhkan Azzen'Ka. Selama ada senjata itu di genggamannya, Azzen'Ka tak akan mampu melukainya. Azzen'Ka dipaksa untuk berunding dengan Murad, dan pasrah menghadapi tuntutan sang pangeran. Murad dengan senang hati menerima kebersediaan musuhnya untuk menyerah, dan melewatkan peluang emas untuk melenyapkan potensi bahaya bagi kerajaan untuk sekarang dan selamanya. Tak ada kekuasaan yang abadi, dan Azzen'Ka begitu memahaminya. Diam-diam, dia menjadi dalang sejumlah krisis yang memaksa Murad menggunakan senjatanya demi melindungi kerajaannya yang rapuh. Penggunaan kekuatan yang berlebihan mengikis kekuatan Batu Andura dan, tak kuasa menanggung beban kekuatan, senjata itu menciptakan celah hingga kekuatan ruang dan waktu yang ditampungnya pun merembes keluar. Fenomena ini pun turut melemahkan daya tarung Murad, dan Azzen'Ka memanfaatkan kesempatan yang ada dengan menciptakan badai pasir yang memporak porandakan kerajaan yang dulunya megah itu. Sisa kekuatan yang dimiliki senjata itu hanya cukup untuk melindungi Murad saja, dan setelah mendengar permohonan sang ayah, Murad pun dengan berat hati menyelamatkan diri. Namun bukan berarti dia menyerah. Dia menyembunyikan wajahnya yang rupawan dan menjadi pengelana gurun, mencari cara untuk memperbaiki senjatanya seraya mengumpulkan kekuatan untuk melawan Azzen'Ka. Murad begitu yakin bahwa selama senjatanya masih ada, suatu hari dia pasti dapat menyingkirkan Azzen'Ka dan mengembalikan kemahsyuran dan kejayaan kerajaannya.

Butterffly Arena of Valor Dekstop / PC Wallpaper
Story hero butterfly
Butterfly menarik napas panjang, sementara telapak tangannya terus berkeringat. Kali ini, tugasnya adalah untuk mencari dan membinasakan musuh dengan segera. Target dapat melarikan diri kapan saja, sedangkan ia hanya memiliki sedikit petunjuk. Lampu labu bertema Halloween tergantung pada tiap pintu di koridor Butterfly memiliki insting yang amat kuat. Hanya satu pintu yang tidak terkunci, cahaya lampu samar-samar tampak dari pintu yang setengah terbuka, seolah ingin menyatakan bahwa tidak ada orang di dalamnya. Butterfly mendekat dan sosok besar akhirnya terlihat di sudut ruangan, tepat seperti dugaannya. Dengan pisau di tangan, si target mengancam Butterfly untuk pergi. "Aku yakin tak akan kalah saat menggunakan pisau!" Namun Butterfly telah berlatih selama bertahun-tahun, dan cukup yakin dengan kemampuan berpisaunya. Dengan jarak satu meter saja Butterfly mampu berbalik menyerang dengan tepat dan akhirnya menghabisi target. "Target tumbang. Misi selesai."
Thursday, October 18, 2018
Sunday, October 14, 2018
Thursday, October 11, 2018

Alice Mobile Legends Wallpaper HD update Divine Owl
![]() |
| Alice : Queen Of The Apocalypse |
Her quote "Do you know someone named Jack?" refers either to Jack of Shadows, a fictional magic entity who draws his powers from shadows, or to a character from an old folklore story, the origin of the Halloween Jack o'Lantern (Jack's Lantern), where Jack is banned from both heaven and hell and forced to wander in darkness for eternity using a pumpkin-lantern as source of light.
Monday, October 8, 2018
Friday, October 5, 2018

Nakroth Arena of Valor Wallpaper HD
Nakroth mengabdi sebagai the Arbiter of Souls di neraka. Pangeran atau orang miskin, pendosa atau orang suci, semuanya harus menghadapi pengadilan sebelum melanjutkan perjalanan ke alam baka.
Saat Preyta membuka jalur antara alam baka dan dunia, Nakroth bergabung dengan Hell's Legions untuk menyerang dunia manusia. Namun, tak seperti The Fallen yang kejam, berpegang pada aturannya yang ketat, pasukan arwah yang dia pimpin dilarang untuk membunuh tahanan dan rakyat sipil. Bagi Nakroth, pertarungan menjadi cara menguji kemampuannya melawan musuh yang paling tangguh, bukan sebuah sarana pembantaian.
Tentu saja, kebaikan Nakroth tak berlaku di medan perang, walaupun dia menanamkan rasa hormat dalam diri musuhnya atas sikap kesatria, keberanian dan kemampuan yang dia tunjukkan. "Tak satupun berani mengabaikan keberadaan Nakroth. Pedang yang dimilikinya menjadi sumber mimpi buruk kami." Walaupun biasanya bersikap segan, Nakroth tak bisa menahan senyum kecilnya saat mendengar perkataan seperti itu dari musuhnya.
"Hidup atau mati, kamu tak bisa kabur dariku."

Lauriel Arena of Valor Wallpaper HD
"Di Khayangan, dia berdiri di samping tahta the Great Ones. Lauriel melebarkan keenam sayapnya yang anggun dan mengudara."
Lauriel adalah penjaga Temple of Light dan pemimpin spiritual para pengikut. Taat pada tugasnya, dia terus berjaga di Kuil mengarahkan kekuatannya menghadapi kegelapan yang mendekat. Dia dengan taat mematuhi perkataan the Great Ones dan karenanya dianugerahi kekuatan luar biasa. Dia adalah utusan mereka, menyebarkan kebenaran pada para pengikut the Great Ones yang menganggap dirinya sebagai perwujudan rasa Kasih dan Keadilan mereka.
Ketulusan iman Lauriel memberinya kekuatan tak tertandingi dan, untuk sesaat, memegang kendali atas kekuatan reinkarnasi. Selama periode itu, kebangkitan, resureksi, dan panduan arwah saat melalui reinkarnasi berada dalam kendali Lauriel. Kepakan sayapnya akan menghembuskan nafas kehidupan pada makhluk, sementara penutupan sayapnya akan melempar kehidupan ke siklus yang menyengsarakan.
Saat berperang melawan pasukan The Fallen, para pengikut pernah menyaksikan Lauriel melebarkan sayapnya dan menerjang pasukan musuh. Petir yang dia panggil berbelok dan membelah pasukan iblis dalam sekali tebas. Pasukan yang dia pimpin pun tanpa gentar menjalankan misi mereka melenyapkan pasukan The Fallen.
"Aku akan meniup sangkakala penghakiman di akhir jaman!"
Lauriel adalah penjaga Temple of Light dan pemimpin spiritual para pengikut. Taat pada tugasnya, dia terus berjaga di Kuil mengarahkan kekuatannya menghadapi kegelapan yang mendekat. Dia dengan taat mematuhi perkataan the Great Ones dan karenanya dianugerahi kekuatan luar biasa. Dia adalah utusan mereka, menyebarkan kebenaran pada para pengikut the Great Ones yang menganggap dirinya sebagai perwujudan rasa Kasih dan Keadilan mereka.
Ketulusan iman Lauriel memberinya kekuatan tak tertandingi dan, untuk sesaat, memegang kendali atas kekuatan reinkarnasi. Selama periode itu, kebangkitan, resureksi, dan panduan arwah saat melalui reinkarnasi berada dalam kendali Lauriel. Kepakan sayapnya akan menghembuskan nafas kehidupan pada makhluk, sementara penutupan sayapnya akan melempar kehidupan ke siklus yang menyengsarakan.
Saat berperang melawan pasukan The Fallen, para pengikut pernah menyaksikan Lauriel melebarkan sayapnya dan menerjang pasukan musuh. Petir yang dia panggil berbelok dan membelah pasukan iblis dalam sekali tebas. Pasukan yang dia pimpin pun tanpa gentar menjalankan misi mereka melenyapkan pasukan The Fallen.
"Aku akan meniup sangkakala penghakiman di akhir jaman!"
Subscribe to:
Comments (Atom)






































